DMI.OR.ID, MANOKWARI – Sebuah spanduk bernada provokatif terpasang di tiang-tiang bangunan masjid di Jalan Trikora KM 19, Desa Arfai 2, Kelurahan Andai, Kecamatan Manokwari Selatan, Kota Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (17/9) pagi. Masjid itu ada di kompleks Baitul Maal Hidayatullah (BMH) cabang Manokwari, tepatnya di Jalan Trikora KM 19.

Kepala Cabang Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Maulana Muhammad, menyaksikan langsung peristiwa yang dilakukan oleh sekitar 50-70 pemuda Kristiani pada Kamis (17/9) lalu. Mereka mendatangi lokasi pembangunan masjid pada Pukul 10.00 Waktu Indonesia Timur (WIT).

“Puluhan pemuda itu menyampaikan sejumlah orasi dengan tujuan meminta penghentian aktivitas pembangunan masjid,” tutur Maulana pada Senin (21/9), seperti dikutip dari www.republika.co.id.

Setelah menyampaikan orasi selama satu jam, tepat Pukul 11.00 WIT, para pemuda Kristiani itu pun meninggalkan lokasi setelah mendapat peringatan dari penanggungjawab pembangunan masjid. Sebelumnya, mereka memasang spanduk dengan mengatasnamakan ummat Kristen Papua Barat di salah satu sisi bangunan masjid.

“Spanduk itu bertuliskan penolakan adanya pembangunan Masjid di Kota Manokwari, Papua Barat. Namun pada Pukul 14.00 WIT, spanduk itu berhasil diturunkan oleh warga Muslim di sekitar masjid dengan dikawal oleh aparat kepolisian dan TNI setempat,” jelasnya.

Menurutnya, alasan pelarangan pembangunan masjid di Manokwari itu terjadi karena Manokwari diklaim sebagai kota Injil sehingga tidak boleh lagi mendirikan masjid. Padahal, jumlah ummat Muslim di Manokwari cukup besar karena posisinya terletak di ibu kota provinsi yang banyak didatangi warga dari Sulawesi, Jawa dan Seram.

“Jumlah masjid di Manokwari Selatan hanya sedikit, bahkan tidak lebih dari 10 bangunan dengan ukuran rata-rata kurang dari 20 meter x 20 meter. Masjid ini dibangun untuk menghadapi perkembangan kota Manokwari,” jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, pelaksanaan sholat Ied di Manokwari Selatan terbagi di dua tempat, yakni di masjid Kompi Senapan C dan di Pesantren Hidayatullah yang berlokasi di dekat masjid yang baru dibangun ini.

Dalam rilis yang diterima DMI.OR.ID pada Selasa (22/9) pagi, Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Papua Barat, Syaiful Ismail, menyatakan ummat Islam di Manokwari akan berdialog dengan para pendeta, kepala-kepala suku dan kaum Kristen pada hari ini, Selasa (22/9).

“Mohon dukungan teman-teman se-Indonesia, hari ini ummat Muslim Manokwari akan berdialog dengan para pendeta, kepala-kepala suku, dan kaum Kristen. Agenda yang dibawa Muslim Manokwari adalah mempertahankan Masjid di Kelurahan Andai yang pembangunannya sudah hampir selesai,” jelas Syaiful.

Syaiful pun berdo’a semoga Allah SWT selalu membantu orang-orang yang senantiasa berjuang dijalan-Nya, termasuk mempertahankan pembanguanan masjid ini.