Kalau kita kaji Al-Qur’an Surat At Tahrim ayat 10, Allah SWT memberi perumpamaan tentang isteri Nabi Nuh Alaihissalam (AS) dan Nabi Luth AS yang durhaka kepada suaminya. Keduanya akan masuk neraka meski suaminya Nabi.

Pelajarannya adalah ikatan apapun (ikatan darah, persahabatan atau perkawinan) sama sekali tidak bisa membantu orang selama tidak mau melaksanakan tuntutan Allah swt, meski yang mau menolongnya adalah seorang Nabi.

Tapi kalau orang mau taat seperti pada ayat Surat At-Tahrim ayat 11-12, meskipun suaminya durhaka, istrinya bisa taat seperti isterinya Fir’aun atau selalu mau menjaga kehormatan diri seperti Siti Maryam, ibunda Nabi Isa¬† AS.

Penulis: Ustadz. Drs. H. Ahmad Yani

Sekretaris Departemen Dakwah dan Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI)