DMI.OR.ID, POLEWALI MANDAR – Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan kembali Masjid Merdeka yang mengalami relokasi karena pelebaran jalan Trans Sulawesi. Relokasi masjid dilaksanakan di lapangan tenis dan lapangan Gaswon Wonomulyo.

Seperti dikutip dari http://beritakotamakassar.com, peletakan batu pertama ini dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-70 di Lapangan Pancasila, Senin (17/8) siang.

Dalam kegiatan ini, Bupati Polman didampingi oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Polman, H. Andi Ismail AM,dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polman, Hamzah Haya.

“Masjid Merdeka masuk dalam program Merdeka, dan peletakan batu pertamanya memang sengaja dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus. Saya mau 17 Agustus 2017 nanti masjid bisa kita resmikan. Saya yakin ini bisa selesai, Insya Allah,” tutur Andi Ibrahim pada Senin (17/8).

Apalagi, lanjutnya, pembangunan Masjid Merdeka dikoordinir langsung oleh H. Asly Kaduppa yang juga koordinator pembangunan Masjid Suhada Polewali. “Alhamdulillah, anggarannya sekitar Rp12 miliar untuk pembangunan masjid ini hingga rampung,” paparnya.

Andi Ibrahim pun berharap Masjid Merdeka dengan anggaran di bawah (lebih rendah dari) Masjid Suhada ini bisa rampung (selesai) sesuai target pada tahun 2017. Pasalnya, Wonomulyo merupakan kota niaga yang pengusahanya hebat-hebat. “Semuanya Insya Allah pada 17 Agustus 2017, jadi bisa kita resmikan Masjid Merdeka ini,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Bupati Polman menyerahkan lapak penjualan buah dan kue kepada para pedagang di Pasar Ikan Wonomulyo. Bupati juga meresmikan dan menyerahkan kunci rumah sehat kepada warga di Desa Sumberejo dan Desa Siderejo.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Merdeka di Wonomulyo, Asrul Ambas, menyatakan terdapat tiga alasan Masjid Merdeka direlokasi. “Pertama, jalan trans Sulawesi akan diperluas pada tahun 2016. Tentu saja menara dan satu tiang masjid terimbas pelebaran jalan itu. Kedua, letak lantai masjid lebih rendah dari jalan. Ketiga, masjid saat ini tidak memiliki tempat parkir,” jelasnya pada Senin (17/8).

Dalam acara peletakan batu pertama ini, sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD dan ketua DPRD secara spontan meyumbang bahab baku pembangunan masjid. Saat lelang berlangsung, terkumpul sekitar 650 zak semen, lalu Ketua DPRD Kabupaten Polman menyumbang 100 zak semen. Anggota DPRD Provinsi Sulbar, Ajbar Kadir, juga menyumbang sebanyak 100 zak.

SUmbangan lainnya berasal dari legislator PPP, Sahabuddin, sebanyak 50 zak semen, legislator Partai Nasdem, H Syarifuddin Wa’ Gocing sebanyak 100 zak semen, legislator PDIP, H Achmad Saeni, sebanyak 100 zak.

Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat yang masing-masing menyumbang 50 zak semen, di antaranya H. Bahri, H. Syamsuddin, H Amir, dan H. Wandi serta Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Polman, Rusman Mantaring.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani