DMI.OR.ID, JAKARTA – Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC) bekerjasama dengan Cheng Ho Multi Culture Education Trust, dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan The 6-th World Peace Forum atau Forum Perdamaian Dunia Keenam di Jakarta sejak Selasa (1/11) malam hingga Jumat (4/11).

Kegiatan ini mengambil tema: Countering Violent Extrimism: Human Dignity, Global Injustice, and Collective Responsibility atau Melawan Kekerasan Ekstrimisme: Martabat Kemanusiaan, Ketidakadilan Global, dan Tanggung Jawab Kolektif.

Acara ini juga mengusung tag line (gagasan): One Humanity, One Destiny, dan One Responsibility atau Satu Kemanusiaan, Satu Tujuan, dan Satu Tanggung Jawab.

Konferensi internasional dua tahunan ini telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Ir. H. joko Widodo,pada Selasa (1/11) malam di Jakarta. Turut hadir dan memberikan pidato pembukaan Presiden (Chairman) CDCC, Prof. Dr. H.Muhammad Siradjuddin Syamsuddin, M.A., yang juga Wakil Presiden Religions for peace (Agama-Agama untuk Perdamaian).

Beberapa tokoh internasional lainnya juga memberikan kata sambutan, yakni Ketua PP Muhammadiyah Bidang Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, serta Pendiri dan Pemimpin Cheng Ho Multicultural Education Trust, Datuk Tan Sri Lee Kim Yew.

Konferensi ini dibali menjadi enam sesi panel dengan tematema sebagai berikut: Pertama, Violent Extrimism and The Damage to Human Dignity (Ekstrimisme Kekerasan dan Kerusakan terhadap Martabat Kemanusiaan), Kedua, Global Injustice as Primary Drive of Violent Extrimism (Ketidakadilan Global sebag ai Pemicu Utama Ekstrimisme Kekerasan).

Ketiga, Human Dignity and Global Injustice (Martabat Kemanusiaan dan Ketidakadilan Global), Keempat: State Responsibility to Overcome Violent Extrimism (Tanggung Jawab Sosial untuk Menghadapi Ekstrimisme Kekerasan).

Kelima: Women and Community Responsibility (Perempuan dan Tanggung Jawab Komunitas), serta Keenam: Community Responsibility (Tanggung Jawab Komunitas).

Sejumlah tokoh nasional dan ulama internasional juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini, seperti Imam Besar Masjid Al-Hikmah, New York, Amerika Serikat (AS) Dr. H. Muhammad Shamsi Ali, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Imam Addaruquthni, M.A.

Narasumber lainnya adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., Presiden Liga Muslim Eropa,asal Italia, Duta Besar Dr. H. Alfredo Maiolese, dan Pimpinan Islamic Community (Komunitas Islam) di Republik Slovenia, H. Nedzad Grabus, Ph.D., dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mu’ti.

Indonesianis asal Jepang, Prof. Dr. Mitsuo Nakamura, yang juga juga Guru Besar Departemen Antropologi, Universitas Chiba,juga hadir dalam konferensi ini. Hadir pula Presiden Asosiasi Persaudaraan Maroko-Indonesia (Moroccan-Indonesian Brotherhood Association), Prof. Dr. Mariam Ait Ahmed sebagai narasumber.

Narasumber lainnya ialah Deputi Koordinator Kelompok Visi Strategis “Rusia-Dunia Islam” (Group for Strategic Vision “Russia -Islamic World), Mr. Renat Boranukov, dan mantan Perdana Menteri Republik Demokratik TImor Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmao.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani