DMINEWS, JAKARTA – Presiden Republik Rakyat China (RRC), Xi Jinping, menyatakan pemerintahannya akan menghidupkan kembali perdagangan internasional melalui “Jalur Sutera Abad 21”.

Jalur Sutera ialah rute perdagangan kuno yang berfungsi menghubungkan pusat-pusat perdagangan internasional sejak masa Kekaisaran China kuno, ribuan tahun silam.

“China berharap dapat bekerjasama dengan semua pihak yang menaruh perhatian untuk mengimplementasikan Inisiatif “One Belt, One Road” (Jalur Sutera Abad 21) dan mendirikan Asian Infrastructure Invesment Bank/ AIIB (Bank Infrastruktur dan Investasi Asia),” tutur Presiden Xi Jinping pada Rabu (22/4) pagi, seperti dikutip laman http://cctv-africa.com.

Presiden Xi Jinping menyatakan hal itu pada Asian African Summit 2015 (AAS) hari pertama, Rabu (22/4) pagi, di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Tepatnya, dalam rangkaian Asian African Conference Commemoration Indonesia (AACCI) 2015/ Peringatan ke 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Presiden Xi Jinping juga berjanji akan memberikan tarif-nol untuk 97 persen produk impor tahun ini (2015) untuk negara-negara yang paling kurang berkembang dan memiliki hubungan diplomatik dengan China.

“Hal ini akan berlanjut dengan penawaran bantuan bagi negara-negara berkembang tanpa ikatan politik tertentu,” paparnya.

Terlepas dari kerjasama dua benua, Asia dan Afrika, Presiden Xi juga menyerukan kepada negara-negara berkembang untuk bergabung bersama guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan taraf hidup mayarakat.

Menurutnya, negara-negara maju harus memberikan bantuan lebih banyak kepada negara-negara berkembang untuk mempersempit jurang ekonomi yang ada.

“Saya berjanji Beijing akan mendukung negara-negara berkembang di seluruh dunia,” tuturnya.

Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, jelasnya, China juga akan mempromosikan pertukaran masyarakat, menawarkan 100 ribu posisi (pekerjaan) bagi warga dari negara-negara berkembang di Asia dan Afrika untuk berlatih dan belajar di daratan China.

“Kerja sama yang erat oleh negara-negara di Asia dan Afrika dapat membangkitkan suatu ‘satu tambah satu adalah lebih dari dua’ dampak,” ungkap Xi seperti dikutip http://news.xinhuanet.com.

Bangsa-bangsa Asia dan Afrika, lanjutnya, perlu untuk tetap semangat dengan saling menguntungkan, keberhasilan yang dinikmati, dan saling membangun bersama-sama.

“Kita harus mempererat kerja sama kawasan dan lintas kawasan serta mempromosikan liberalisasi perdagangan dan investasi,” pungkasnya.

AAS 2015 ini mengambil tema “Strengthening South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity (Memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Mempromosikan Perdamaian dan Kemakmuran Dunia)”.

Dalam event AAS ini, Presiden Republik Indonesia (RI),Ir. H. Joo Widodo (Jokowi), bertindak sebagai pimpinan sidang didampingi oleh Presiden Zimbabwe, H.E. Robert Gabriel Mugabe.

Hadir pula Mantan Presiden RI, Prof. Dr-ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, dan Hj. Megawati Soekarnoputri.

Dalam perhelatan AAS ini, hadir sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan, antara lain Perdana Menteri (PM) Rwanda, Rt. Hon. Anastase Murekezi, PM Nepal, Rt. Hon. Mr. Sushil Koirala dan Raja Yordania, His Majesty Raja Abdullah II bin Al Husein, serta PM Palestina, H.E. Dr. Rami Hamdallah.

Hadir pula PM Singapura, H.E. Lee Hsien Long, Presiden Vietnam, H.E. Mr. Truong Tan Sang, Presiden Dewan Perwakilan Libya, H. E. Mr. Akila Saleh Elisa, Raja Swaziland, His Majesty King Mswati III, PM. Mesir, H.E. Ir. Ibrahim Mehlab, dan PM. Jepang, H.E. Shinzo Abe, serta PM. kerajaan Thailand, H.E. Jenderal Prayut Chan-O-Cha.

Adapun tujuh presiden lainnya yang juga hadir ialah Presiden Sierra Leone, H.E. Dr. Ernest Bai Koroma, Presiden Iran, H.E. Dr. Hassan Rouhani, Presiden Myanmar, H.E. U Thein Sein, Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak, Presiden Madagaskar, H.E. Hery Rajaonarimampianina dan Presiden Zimbabwe, H.E. Robert Gabriel Mugabe.

Adapun dari perwakilan organisasi internasional, hadir juga Presiden Islamic Development Bank (IDB), H.E. Dr. Ahmed Mohammed Ali, dan Asisten Umum untuk Hubungan Ekonomi Organisasi Konferensi Islam (OKI), H.E. Duta Besar Hamed A. Opeloyeru.

Hadir pula Penasihat Sekretaris Jenderal Liga Arab, H.E. Duta Besar Dr. Khaled Nayef Al-Habbass, dan Sekretaris Eksekutif United Nations Economic and Social Commision for Asia and Pacific (UNESCAP) Perserikatan Bangsa-Bangsa, H.E. Shamshad Akhtar.

Penulis: Muhammad Ibrahim HamdaniDMINEWS, JAKARTA – Presiden Republik Rakyat China (RRC), Xi Jinping, menyatakan pemerintahannya akan menghidupkan kembali perdagangan internasional melalui “Jalur Sutera Abad 21”.

Jalur Sutera ialah rute perdagangan kuno yang berfungsi menghubungkan pusat-pusat perdagangan internasional sejak masa Kekaisaran China kuno, ribuan tahun silam.

“China berharap dapat bekerjasama dengan semua pihak yang menaruh perhatian untuk mengimplementasikan Inisiatif “One Belt, One Road” (Jalur Sutera Abad 21) dan mendirikan Asian Infrastructure Invesment Bank/ AIIB (Bank Infrastruktur dan Investasi Asia),” tutur Presiden Xi Jinping pada Rabu (22/4) pagi, seperti dikutip laman http://cctv-africa.com.

Presiden Xi Jinping menyatakan hal itu pada Asian African Summit 2015 (AAS) hari pertama, Rabu (22/4) pagi, di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Tepatnya, dalam rangkaian Asian African Conference Commemoration Indonesia (AACCI) 2015/ Peringatan ke 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Presiden Xi Jinping juga berjanji akan memberikan tarif-nol untuk 97 persen produk impor tahun ini (2015) untuk negara-negara yang paling kurang berkembang dan memiliki hubungan diplomatik dengan China.

“Hal ini akan berlanjut dengan penawaran bantuan bagi negara-negara berkembang tanpa ikatan politik tertentu,” paparnya.

Terlepas dari kerjasama dua benua, Asia dan Afrika, Presiden Xi juga menyerukan kepada negara-negara berkembang untuk bergabung bersama guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan taraf hidup mayarakat.

Menurutnya, negara-negara maju harus memberikan bantuan lebih banyak kepada negara-negara berkembang untuk mempersempit jurang ekonomi yang ada.

“Saya berjanji Beijing akan mendukung negara-negara berkembang di seluruh dunia,” tuturnya.

Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, jelasnya, China juga akan mempromosikan pertukaran masyarakat, menawarkan 100 ribu posisi (pekerjaan) bagi warga dari negara-negara berkembang di Asia dan Afrika untuk berlatih dan belajar di daratan China.

“Kerja sama yang erat oleh negara-negara di Asia dan Afrika dapat membangkitkan suatu ‘satu tambah satu adalah lebih dari dua’ dampak,” ungkap Xi seperti dikutip http://news.xinhuanet.com.

Bangsa-bangsa Asia dan Afrika, lanjutnya, perlu untuk tetap semangat dengan saling menguntungkan, keberhasilan yang dinikmati, dan saling membangun bersama-sama.

“Kita harus mempererat kerja sama kawasan dan lintas kawasan serta mempromosikan liberalisasi perdagangan dan investasi,” pungkasnya.

AAS 2015 ini mengambil tema “Strengthening South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity (Memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Mempromosikan Perdamaian dan Kemakmuran Dunia)”.

Dalam event AAS ini, Presiden Republik Indonesia (RI),Ir. H. Joo Widodo (Jokowi), bertindak sebagai pimpinan sidang didampingi oleh Presiden Zimbabwe, H.E. Robert Gabriel Mugabe.

Hadir pula Mantan Presiden RI, Prof. Dr-ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, dan Hj. Megawati Soekarnoputri.

Dalam perhelatan AAS ini, hadir sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan, antara lain Perdana Menteri (PM) Rwanda, Rt. Hon. Anastase Murekezi, PM Nepal, Rt. Hon. Mr. Sushil Koirala dan Raja Yordania, His Majesty Raja Abdullah II bin Al Husein, serta PM Palestina, H.E. Dr. Rami Hamdallah.

Hadir pula PM Singapura, H.E. Lee Hsien Long, Presiden Vietnam, H.E. Mr. Truong Tan Sang, Presiden Dewan Perwakilan Libya, H. E. Mr. Akila Saleh Elisa, Raja Swaziland, His Majesty King Mswati III, PM. Mesir, H.E. Ir. Ibrahim Mehlab, dan PM. Jepang, H.E. Shinzo Abe, serta PM. kerajaan Thailand, H.E. Jenderal Prayut Chan-O-Cha.

Adapun tujuh presiden lainnya yang juga hadir ialah Presiden Sierra Leone, H.E. Dr. Ernest Bai Koroma, Presiden Iran, H.E. Dr. Hassan Rouhani, Presiden Myanmar, H.E. U Thein Sein, Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak, Presiden Madagaskar, H.E. Hery Rajaonarimampianina dan Presiden Zimbabwe, H.E. Robert Gabriel Mugabe.

Adapun dari perwakilan organisasi internasional, hadir juga Presiden Islamic Development Bank (IDB), H.E. Dr. Ahmed Mohammed Ali, dan Asisten Umum untuk Hubungan Ekonomi Organisasi Konferensi Islam (OKI), H.E. Duta Besar Hamed A. Opeloyeru.

Hadir pula Penasihat Sekretaris Jenderal Liga Arab, H.E. Duta Besar Dr. Khaled Nayef Al-Habbass, dan Sekretaris Eksekutif United Nations Economic and Social Commision for Asia and Pacific (UNESCAP) Perserikatan Bangsa-Bangsa, H.E. Shamshad Akhtar.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani