DMI.OR.ID, JAKARTA – Saat ini, Indonesia sedang menghadapi lonjakan pertumbuhan penduduk sebesar 4 juta hingga 5 juta jiwa per tahun. Jumlah ini lebih besar dari penduduk SIngapura. Dampaknya, resiko besar berpotensi mengancam Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pendidikan penduduknya.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bidang Sosial Kemanusiaan dan Kesejahteraan Ummat, Drs. H. Andi Mappaganty, M.M., menyatakan hal itu pada Senin (5/12) malam, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II DMI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

“Ada resiko dari pertambahan penduduk yang sangat besar. Diantaranya kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pendidikan akan meningkat drastis. Jadi semuanya harus dipersiapkan dengan baik,” tutur Andy pada Senin (5/12) malam,seperti dikutip dari laman www.republika.co.id.

Apalagi, lanjutnya, pertambahan penduduk di Indonesia sangat besar, mencapai sekitar 4 hingga 5 juta jiwa per tahun, lebih besar dari jumlah penduduk Singapura. “Saat ini saja jumlah penduduk kita mencapai lebih dari 250 juta jiwa,” ujarnya.

“Salah satu upaya untuk mengatasi masalah itu ialah dengan menggunakan masjid sebagai sarana sosialisasi dan mengedukasi masyarakat. Kami mencatat terdapat 800 ribu masjid di seluruh Indonesia, belum termasuk musholla dan masjid-masjid baru,” paparnya.

Masjid-masjid itu, imbuhnya, bisa digunakan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat guna membangun bangsa Indonesia. Apalagi program-program DMI banyak bersentuhan dengan program sejumlah kementerian dan lembaga.

“Perlu kerja sama lagi dengan kementerian dan lembaga sehingga program mereka akan sangat terbantu oleh lembaga-lembaga lain seperti DMI,” ungkapnya.

Misalnya, nota kesepahaman dan kerja sama antara DMI dengan Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Narkotika Nasional (BNN), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Ia pun berharap agar di masa depan, masjid benar-benar menjadi pusat kegiatan ummat yang sifatnya Islami, seperti digunakan untuk acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj, pengajian, santunan anak yatim, kurban, dan lain-lain.

“Ketika ada banyak kegiatan di masjid, maka secara tidak langsung kita memakmurkan Masjid. Selain itu, DMI juga telah bekerjasama dengan Bank-Bank Syariah untuk membuat program bantuan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui Masjid-masjid,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini Indonesia juga berada dalam kondisi darurat narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Badan Narkotika Nasional (BNN) juga membutuhkan sarana untuk mengedukasi dan mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat.

“BNN bisa bekerja sama dengan dewan masjid yang ada di daerah-daerah untuk mengedukasi masyarakat. Misalnya, setiap Jumat khatib dapat memberikan ceramah di masjid-masjid. Nanti, mereka akan menyelipkan sosialisasi tentang bahaya narkoba di setiap ceramah Jumat-nya,” jelas Andi.

Rakernas II DMI ini mengangkat tema Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid, Berdayakan Masjid untuk Umat dan Bangsa serta dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI, DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, yang juga Ketua Umum PP DMI di Istana Wapres, Jakarta.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani