DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyampaikan Taushiyah Jumat Damai jelang 4 November 2016, setelah mencermatu perkembangan situasi terakhir ini.

Taushiyah ini disampaikan pada Rabu (2/11) dan ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PP DMI, K.H. Masdar Farid Mas’udi, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, H.Imam Addaruqutni.

Terdapat empat poin utama yang disampaikan dalam taushiyah ini,yakni: Pertama, hari Jumat merupakan hari mulia karena umat Islam menunaikan ibadah salat Jumat dengan berjamaah di masjid-masjid, termasuk di dalamnya kegiatan khutbah yang menganjurkan peningkatan iman dan taqwa dengan khusyuk, tenang, dan tertib.

Kedua, bagi para khatib, kiranya menghadirkan materi risalah khutbah amar ma’ruf nahy munkar yang teduh, toleran, dan arif bijaksana (bil-hikmah) demi memperkokoh persaudaraan ukhuwwah Islamiyah, sesama manusia (ukhuwah basyariyah), dan sesama anak bangsa (ukhuwah wathaniyah) dalam bingkai hablum minallah¬†dan hablum minannas.

Semua itu harus dilaksanakan secara konsisten (istiqamah) untuk meningkatan keimanan dan ketaqwaan. Ketiga, masjid dan mushalla kiranya tetap kita pertahankan peran dan fungsinya sebagai tempat shalat dan pusat jamaah dalam rangka mewujudkan kehidupan yang makmur sejahtera lahir dan bathin serta aman dan damai.

Keempat, mengawal muru’ah umat Islam, antara lain tetap menjaga terbinanya persatuan dan kesatuan umat dan bangsa dalamsituasi dan kondisi apa pun.

Taushiyah ini disampaikan untuk turut mewujudkan terlaksananya kehidupan keagamaan yang toleran serta tercapainya kemaslahatan dalam kesatuan umat yang sekaligus merupakan kepntingan utama bangsa.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani