DMI.OR.ID, SINGKAWANG – Masjid harus berfungsi sebagai sarana pengembangan bangsa dan pemersatu ummat, bukan sekedar tempat ibadah bagi ummat Islam. Dewan Masjid Indonesia (DMI) berdiri untuk mewujudkan ketiga jenis fungsi masjid itu.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) DMI Kota SIngkawang, H. Abdul Muthalib S.E., M.E., menyatakan hal itu pada Sabtu (9/4) malam di rumah dinasnya, saat menggelar silaturrahmi bersama seluruh pengurus masjid di Kota SIngkawang.

 

“DMI didirikan untuk mewujudkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, pengembangan bangsa dan pemersatu umat,” ujar Abdul Muthalib yang juga Wakil Wali Kota Singkawang ini pada Sabtu (9/4) malam, seperti dikutip dari laman http://pontianak.tribunnews.com/.

Kegiatan silaturrahmi ini bertujuan untuk tasyakkuran (mengucap syukur) atas terpilihnya Abdul Muthalib sebagai ketua PD DMI Kota Singkawang, sekaligus untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah diantara sesama muslim di Kota Singkawang.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 500 orang yang terdiri dari para pengurus masjid, ustaz, kyai, dan pengurus DMI se-kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Terpilihnya Wakil Wali Kota Singkawang, H. Abdul Muthalib, sebagai Ketua PD MDI Kota Singkawang, juga mendapat apresiasi positif dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, Drs. H. Jawani.

“Hal ini merupakan terobosan baru untuk kelanjutan dan kemajuan DMI ke depan, khususnya di Kota SInhgkawang. Dengan kepengurusan yang baru, semoga organisasi DMI di Kota Singkawang dapat meningkatkan semangat umat islam dalam memakmurkan masjid di Kota Singkawang,” tutur Jawani pada Selasa (5/4), seperti dikutip dari laman http://kalbar.kemenag.go.id/.

Dengan kepengurusan baru, harapnya, mudah-mudahan semua masjid, surau dan musholla di Kota Singkawang mendapat perhatian khusus, terutama pemberdayaan masjid dari segi idarah (administrasi dan manajemen), imaroh (kemakmuran dalam ibadah) dan riayah (pembangunan dan pemeliharaanya).

“Masjid sekarang sudah bagus dari segi fisik bangunan, hanya saja yang perlu ditingkatkan adalah kemakmuran dalam ibadah,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani