DMI.OR.ID, JAKARTA – Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah, memberikan bantuan kepada orang lain jauh lebih baik daripada sekedar menerima bantuan orang lain. Artinya, ummat Islam harus memperkuat posisi riil ekonominya agar bisa menolong orang lain. Jangan hanya sekedar menerima bantuan dari orang lain.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., menyatakan hal itu pada Senin (27/3) pagi, saat memberikan mauidzoh hasanah (taushiyah) dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II DMI Provinsi DKI  Jakarta, bertempat di Gedung Balai Kota Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.

Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (27/3) hingga Rabu (29/3) di pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Adapun tema yang diangkat ialah: Melalui Rakerwil DMI DKI Jakarta II Tahun 207, Kita Tingkatkan Konsolidasi dan Kinerja Organisasi.

“Saat ini, bangsa-bangsa yang adidaya selalu ekonominya kuat, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Hanya bangsa yang kuat ekonominya yang akan dihormati dan disegani bangsa-bangsa lain,” papar Kyai Masdar yang juga Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Sebaliknya, lanjut Kyai Masdar, bangsa yang lemah ekonominya tidak akan dihormati bangsa-bangsa lain. “Ummat Islam jangan sampai terlalu nafsu dalam berpolitik hngga melupakan gerakan riil ekonomi ummat. Padahal dalam politik banyak sekali ikhtilafnya, hanya menimbulkan perbedaan dan perpecahan di tubuh ummat Islam,” ungkapnya.

Kyai Masdar pun mengingatkan bahwa ummat Islam hanya menyembah kepada Allah SWT Yang Maha Memberi Rezeki kepada seluruh makhluk ciptaannya di alam semesta ini. “Maka begitu pula manusia yang ingin memimpin, dihormati dan diikuti orang lain, maka harus bisa memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang lain,” tegasnya.

Menurutnya, Orang yang hanya ingin menerima bantuan dan pertolongan dari orang lain tidak akan bisa menjadi pemimpin ummat, serta tidak akan dihormati, disegani, dan diikuti orang lain. Begitu pun dengan negara kita dalam pergaulan internasional.

“Lihat saja Dunia Islam saat ini, mulai dari Mesir, Suriah, Lebanon, Iraq, Libya, hingga Yaman, hampir semuanya dilanda kekacauan, perpecahan, dan perperangan sehingga kondisi negara tidak stabil. Hal ini terjadi karena faktor politik yang sering membuat ummat terpecah-belah,” jelas Kyai Masdar yang juga Komisioner badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ini.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKi Jakarta, Dr. H. Saefullah, M.Pd., dan pemberian kata sambutan oleh Ketua PW DMI Provinsi DKI Jakarta, Drs. KH. Makmun Al-Ayyubi.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan lagu kebangsaan Indtonesia Raya, serta dihadiri oleh puluhan peserta Rakerwil II DMI DKI Jakarta.

Acara ini didukung oleh PT. TOA Galva Prima, Tbk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, dan PT. Telkom, Tbk,  selaku mitra pendukung aplikasi android DMI.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani