DMI.OR.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menolak berbagai ide, gagasan dan usulan agar perkawinan sejenis atau homoseksual dilegalkan oleh negara dan pemerintah.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Drs. H. Natsir Zubaidi, menyatakan DMI menolak perkawinan sejenis. “Kita tolak perkawinan sejenis karena bertentagan dengan ajaran agama!:” tegas Natsir dalam rilisnya kepada DMI.OR.ID, Kamis (2/7).

Sejak tahun 1990-an, lanjutnya, ada upaya dari pemerintahan Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), untuk melagalisir perkawinan sejenis di kalangan warga negaranya.

“Bahkan AS ingin melegalisir perkawinan sejenis untuk masyarakat  dunia melalui Konferensi Wanita dan keluarga Berencana yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kairo, Mesir tahun 1990 silam,” papar Natsir.

Saat itu, paparnya, Delegasi pemerintah AS langsung dipimpin oleh Wakil Presiden (Wapres) Al Gore untuk menghadiri konferensi PBB itu di Kairo, Mesir. Mendengar rencana ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Alam Islamy langsung datang menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat itu, KH. Hasan Basri.

Keduanya bersepakat untuk menolak gagasan delegasi AS di forum konperesi itu. Hal yang mengejutkan di forum itu, jelasnya, ternyata pimpinan Gereja Katolik di Vatikan juga menolak pengesahan legalisasi (undang-undang) perkawinan sejenis.

“Jadi, misi delegasi AS dan negara-negara Eropa lainnya untuk mengesahkan legalisasi perkawinan sejenis mengalami kegagalan. Tampaknya, masyarakat AS sudah sangat tidak memiliki harapan (hopeless) terhadap kehidupan masa depannya,” ungkap Natsir.

Apalagi, terangya, perkawinan sejenis mengakibatkan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya.

“Tahun 1985 silam, kasus penyakit HIV/ AIDS cukup menggegerkan dunia setelah menggerogoti tubuh aktor Hollywood, Rock Hudson, ternyata di seorang Gay yang melakukan perkawinan sejenis,” jelasnya.

Seorang rektor perguruan Tinggi Islam, ujarnya, pernah mengirim pesan melalui Whats App yang isinya “Binatang yang tidak punyak akal saja tidak mau melakukan perkawinan sejenis-ngapain manusia punya nafsu yang seperti itu!”.

Terhadap kasus perkawinan sejenis yang mengakibat HIV/ AIDS itu, hendaknya ummat Islam mengingat kembali kisah Nabi Luth Alaihis Salam (AS) dalam Al-Qur’an Surat Asy Syu’ara ayat 160-175.

“Waktu itu, kaum Nabi Luth AS suka melakukan homo seks dan mendustakan para Rasul, akhirnya kaum Luth itu dimusnahkan oleh Allah SWT melalui wabah penyakit yang tidak ada obatnya. Na’udzubillahi mindzalik,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani