Rasulullah Ibrahim Alaihissalam (AS) harus berdakwah dan berjuang. Ia pertanyakan ayahnya yang menyembah berhala hingga batinnya amat tertekan atas kemusyrikan yang dilakukan masyarakat. Bahkan ia hancurkan berhala-berhala itu untuk menggugah logika berpikir.

Semua itu tugas yang berat dan penuh resiko. Karenanya, modal pokok untuk berdakwah dan berjuang adalah hati yang bersih (Qalbun salim), hati yang ikhlas karena Allah Subhanahu Wata’ala (SWT). Bacalah Al-Qur’an Surat As-Saffat (Surat ke 37) ayat 83-113, hal inilah yang membuat tugas berat akan terasa menjadi ringan.

Hati yang bersih membuat kita tidak punya hambatan psikologis untuk menghadapi siapa saja dalam berdakwah, termasuk orang tua dan penguasa, begitulah Nabi Ibrahim AS.

 

Penulis:

Ustadz. Drs. H. Ahmad Yani

Sekretaris Departemen Dakwah dan Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI)

Penulis buku: 53 Materi Khutbah Ber-Angka,