DMINEWS, JAKARTA – Peserta Sayembara Desain Arsitektur Masjid (SDAM) merupakan jumlah peserta terbanyak dari berbagai jenis lomba desain arsitektur selama tiga tahun terakhir, sejak 2012 lalu.

Ketua Badan Penghargaan dan Sayembara Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ruben Tangido, menyatakan hal itu saat diwawancarai DMINEWS, pada Kamis (30/4), di sela-sela tahaan penjurian SDAM oleh dewan juri di Jakarta.

“Sejak tiga tahun terakhir, jumlah peserta SDAM ini adalah yang terbanyak dari lomba-lomba desain arsitektur yang pernah diselenggarakan IAI,” tutur Ruben pada kamis (30/4) siang.

Hal ini terjadi karena panitia acaraembebaskan berbagai pihak untuk mengikuti SDAM ini. Jadi, lanjutmya, baik mahasiswa arsitektur, masyarakat umum, arsitek yang belum bersertifikat, praktisi, akademisi, maupun arsitek profesional bersertifikat diperbolehkan menjadi peserta SDAM.

“Apalagi, acara ini tidak dikenakan biaya apa pun karena memangdiniatkan untuk mencari masukan dan menggali sebanyak mungkin potensi dari masyarakat untuk mendesain masjid. Jadi, semuanya dibebaskan berkreasi. Proses perlombaan juga cukup sederhana,” paparnya.

Menurutnya, 145 karya desain arsitektur masjid yang telah lolos seleksi awal dan layak masuk dalam tahapan penjurian memiliki tema, motto dan konsep arsitektur yang beranekaragam. “Hal itu bisa dibaca dari data-data yang dikirim oleh peserta,” ungkapnya.

Para juri, lanjutnya punya pekerjaan rumah (pr) untuk memilih desain arsitektur masjid yang terbak dari karya-karya sebanyak itu. “Tentu ada kriteria penilaian yag baku oleh para juri, mana desain-desain yang layak,” tuturnya.

Ruben pun yakin karya-karya desain arstektur masjid Itu akan sangat mudah diseleksi karena adanya kriteria-kriteria penjurian dengan ukuran yang baku dan jelas. “Insya Allah, dewan juri dapat menyeleksi dengan baik karya-karya desain arsitektur masjid itu,” pungkasnya.

 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Keterangan Foto: Tahapan Penjurian Sedang Berlangsung