DMI.OR.ID, JAKARTA – Buku adalah jendela dan wadah ilmu pengetahuan. Sedangkan penulis buku bertugas menyusun, mengumpulkan, memilih dan menyeleksi pokok bahasan dan tema tulisan seperti apa yang akan diuat dalam bukunya.

Sekretaris Departemen Dakwah dan Pengkajian Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ustaz Drs. H. Ahmad Yani, kembali menghasilkan karya intelektualnya dalam bentuk buku berjudul Iman Yang Hidup.

“Iman itu harus hidup sehingga dapat memberi warna dan pengaruh positif. Namun yang amat disayangkan, banyak orang yang imannya mati atau hidup segan mati tak mau.¬†Akibatnya iman hanya sekadar pengakuan, tetapi Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) tidak mau mengakuinya.” tutur Ahmad Yani pada Rabu (2/12) petang.

Iman yang Hidup, lanjutnya, adalah buku ke-35 karyanya yang Insya Allah terbit pada pertengahan Desember 2015 dengan tebal 282 halaman dan dijual dengan harga terjangkau senilai Rp 50 ribu.

Menurutnya, memiliki iman atau aqidah yang benar merupakan nikmat terbesar yang kita (ummat Islam) rasakan karena dari iman yang benar itulah kita dapat menjalani kehidupan dengan arah yang benar.

“Karena itu, iman harus hidup sehingga dapat memberi arah dan warna. Jadi, segala sikap, ucapan dan tindakan harus kita lakukan dengan pertimbangan iman,” paparnya.

Buku ini,  lanjutnya, awalnya merupakan materi ceramah atau pengajian yang biasa penulis sampaikan di berbagai masjid dan majelis taklim serta rohani Islam perkantoran.

“Buku ini disusun secara sederhana dengan harapan kita semua memiliki kesadaran dan tekad untuk menghidupkan iman, bukan sekedar pengakuan atau pernyataan, tetapi juga iman yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pugkasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani