DMINEWS, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Jepang sepakat untuk mempromosikan kemitraan saling menguntungkan dalam skema Kerja Sama Triangular /KST untuk negara-negara Afrika, sejalan dengan filosofi proses Tokyo International Conferece on African Development (TICAD).

Hal ini juga bersinergi dengan program kerja sama konkrit dalam proses TICAD, yang berfokus pada empat bidang, terutama dimana dua negara (Indonesia dan Jepang) memainkan peran krusial.

Khususnya, guna memfasilitasi pertukaran ilmu pengetahuan untuk berbagai praktek dan pelajaran terbaik yang dipelajari dalam sejarah panjang kerja sama bilateral. Adapun keempat bidang itu meliputi kesehatan, agrikultur, pendidikan dan industri.

Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo (Jokowi), dan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, menyatakan hal itu dalam pertemuan bilateral antara kedua negara pada Rabu (22/4) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian African Summit (AAS), di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

KTT AAS merupakan bagian dari Asian African Conference Commemoration Indonesia 2015 (AACCI)/ Peringatan ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung, pada 19-24 April 2014.

“Saya sangat menghargai peran aktif Indonesia dalam kontribusinya terhadap stabilitas dan kesejahteraan regional dan global, termasuk melalui dukungan kerja sama Konferensi Asia Afrika (KAA),” tutur PM. Shinzo Abe pada Rabu (22/4) dalam keterangan resmi yang diterima DMI NEWS.

PM. Shinzo Abe juga menegaskan kembali pentingnya Japan-Indonesia Partnership Program (JIPP) yang ditandatangani pada 10 Desember 2003 lalu oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia dan Jepang.

Sementara Presiden Jokowi memuji upaya abadi dan kontribusi positif Jepang terhadap pembangunan ekonomi regional dan global. Ia juga sangat mengapresiasi kontribusi dan bantuan Jepang terhadap pembangunan negara-negara Afrika, khususnya melalui TICAD.

“Saya mengakui solidnya keimtraan antara Pemerintah RI dan Jepang dalam skema JIPP yang telah diperluas dengan bantuan teknis bersama bagi negara-negara berkembang, untuk pembangunan sosial dan ekonomi mereka, khususnya Afrika dan Asia,” tutur Presiden Jokowi pada Rabu (22/4).

Hal itu, lanjutnya, dilakukan secara efektif dengan mengkombinasikan sumber daya manusia, teknologi dan keuangan Jepang dan Indonesia.

Presiden Widodo dan PM. Abe juga menggarisbawahi empat bidang kerja sama dalam TICAD, yakni Pertama, Kesehatan, meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, Kedua, Agrikultur, meliputi penanaman padi, Ketiga, Pendidikan, meliputi pendidikan ilmu pengetahuan alam dan matematika, Keempat, Pengembangan Sumber Daya Manusia Industrial.

Keduanya juga sama-sama bermaksud mencari kerja sama lebih lanjut yang memungkinkan di bidang-bidang lainnya dalam konteks yang sama.

“Saya akui, proses yang sedang berlangsung antara Indonesia dan Jepang sangat berpotensi untuk memberikan manfaat strategis, yang nantinya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di kawasan Asia dan Afrika,” ungkap Presiden Jokowi.

Sedangkan PM. Abe menekankan komitmennya untuk memperkuat Kemitraan Strategis yang didukung oleh lautan dan demokrasi berdasarkan kerja sama yang saling menguntungkan, hubungan bersahabat dan nilai-nila bersama.

“”Presiden Widodo telah berkunjung ke Jepang pada 23 Maret 2015 lalu daan menekanan kembali komitmennya untuk memperkuat Kemitraan Strategis yang didukung oleh lautan dn demokrasi,” pungkas Abe.

 

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani