DMI.OR.ID, BANDUNG – Saat ini, ibadah sholat tidak lagi sulit dilakukan di tempat-tempat keramaian seperti di konser musik atau pertandingan sepak bola, khususnya untuk warga kota Bandung, Jawa Barat.
Pasalnya, kini tersedia masjid portable atau Mobile Masjid yang bisa berpindah-pindah lokasi.
Mobile Masjid merupakan inovasi baru dalam melayani warga kota Bandung untuk mendirikan ibadah sholat. Ide ini digagas oleh Yayasan Masjid Nusantara bekerjasama dengan Rumah Zakat.
Seperti dikuti dari laman http://ramadhan.kompas.com, Direktur Yayasan Masjid Nusantara, Muhammad Shobirin, menyatakan masjid portable ini bisa berpindah-bindah karena menggunakan minibus Isuzu L-300 berwarna hitam yang berpadu dengan hijau dan putih.
“Jadi, kita membuat membuat fasilitas yang bisa melayani shalat di mana pun dan kapan pun. Sasaran kita adalah tempat keramaian yang jauh dari mushala, konser musik, dan tempat bencana,” tutur Sobirin di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jumat (26/6).

Minibus Isuzu L-300 itu, lanjutnya, telah dimodifikasi khusus oleh Yayasan Masjid Nusantara untuk membawa segudang peralatan yang cukup banyak guna membuat masjid dadakan di mana pun dan kapan pun.

“Tergantung permintaan dimana yang dibutuhkan. Tapi kalau tidak ada permintaan, kita keliling-keliling cari tempat keramaian yang sangat butuh tempat shalat,” tuturnya.
Mobil sumbangan dari Rumah Zakat itu, lanjutnya, mampu mengangkut tangki air berkapasitas 5.000 liter yang bisa dimanfaatkan puluhan umat Islam untuk berwudhu.
“Ada juga karpet shaf, genset, sound system, mimbar, hingga peralatan sholat pribadi seperti mukena, sarung, dan sandal jepit untuk wudhu yang dapat dipakai bergantian,” paparnya.
Bahkan masjid portabel ini bisa menggelar shalat Jumat yang memiliki syarat harus diikuti oleh 40 orang lebih jemaat. “Ini pertama kali di Indonesia. Masjid ini bisa digunakan sampai 70 orang,” jelasnya.
Menurutnya, masjid keliling ini tidak hanya menyediakan peralatan untuk shalat saja, tetapi juga menyediakan imam (pempimpin shalat). Namun, masjid keliling ini baru tersedia satu unit di Kota Bandung.
Sobirin pun berharap kembali mendapatkan donatur agar dapat menambah armada Mobile Masjid ini, sehingga bisa memenuhi antusiasme masyarakat yang mulai tinggi terhadap keberadaan masjid bongkar pasang ini.
“Kelemahan masjid ini adalah ketika datang hujan. Sebab, masjid portabel ini cuma beratapkan langit. Kalau hujan ya terpaksa kita berhenti beroperasi,” ujar Shobirin.

Shobirin juga berencana menambah armada yang memiliki badan mobil lebih bessar agar dapat mengangkut peralatan lebih banyak. “Armada selanjutnya pasti lebih canggih karena disertai dengan perpustakaan dan jaringan wi-fi,” paparnya.

Menurutnya, armada mobil saat ini masih 1.0. Rencananya akhir tahun 2015, kami ingin menambah jenis mobil 2.0 yang lebih besar kapasitasnya sehingga peralatan yang dibawa lebih banyak. “Di dalam mobil bisa juga jadi tempat shalat untuk perempuan,” jelasnya.
Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani