DMI.OR.ID, JAKARTA – Paham Takfiri serta Narkotika dan Obat-Obatan terlarang (Narkoba) benar-benar menjadi ancaman bagi peradaban ummat Islam saat ini. Dua ancaman ini sengaja ditebarkan untuk memecah-belah dan menghancurkan peradaban ummat Islam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pergerakan Bangsa Lebanon, Syeikh Abdul Nasser Al-Jabri, menyampaikan pesan itu saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan jajaran pengurus Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jumat (25/3) siang, di Kantor Sekretariat PP DMI, Jakarta.

“Setiap manusia yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, Asyhadualla ilaaha IllAllah wa Ashadu ana Muhammadur Rasulullah, haram hukumnya dibunuh oleh sesama Muslim, apalagi hanya karena perbedaan firqah dan madzhab,” tutur Syeikh Abdul Nasser yang juga Rektor Universitas Kulliyatul Dakwah di Beirut, Lebanon pada Jumat (25/3) siang.

Namun, lanjutnya, paham Takfiri seperti yang dianut oleh kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) justru membunuh sesama Muslim yang pemikirannya tidak sama (berbeda) dengan kelompoknya.

“Gerakan mereka mengatasnamakan agama, padahal sesungguhnya ingin menghancurkan ummat Islam di luar kelompoknya sendiri. Hal ini lah yang terjadi di Iraq, Syria, Lebanon, dan kawasan Timur Tengah lainnya,” tegas ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Suni) asal Beirut, Lebanon ini.

Menurut Pimpinan Majelis Ulama Lebanon ini, paham takfiri yang dibawa ISIS justru semakin mempertajam konflik sektarian di Timur Tengah, khususnya antara Suni dan Syiah. Paham Takfiri juga semakin menambah rumit konflik politik dan agama di Suriah yang menyebabkan jutaan pengungsi Suriah bermigrasi ke negara-negara Eropa.

Saat ini, ungkapnya, paham Takfiri sudah mulai menyebar ke arah timur, khususnya ke negara-negara seperti India, Malaysia, dan Indonesia. “Ummat Islam Indonesia harus mewaspadai paham takfiri ini jika tidak ingin konflik Timur Tengah menyebar ke Indonesia dan menyebabkan bangsa ini terpecah-belah,” ungkapnya.

“Dengan sangat menyesal saya akui konflik berlarut-larut di Timur Tengah terjadi karena para pemimpin sudah tidak lagi memikirkan kepentingan ummat Islam. Mereka hanya memikirkan kepentingan masing-masing kelompok dan negara mereka sehingga sering terjadi konflik di TImur Tengah,” jelasnya.

Selain paham Takfiri, paparnya, pemakaian Narkoba yang semakin merajalela di kalangan Muslim juga sangat mengancam peradaban ummat Islam di dunia. “Mereka ingin agar ummat Islam mabuk dan rusak akalnya, lalu saling berkonflik dan berperang satu sama lain,” tegasnya.

Secara khusus, Syeikh Abdul Nasser juga mengundang Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Ir. H. Rudiantara, M.B.A., untuk berkunjung ke Lebanon dan mempererat hubungan kedua bangsa.

Menkominfo RI yang juga Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, (Kominfo), Hubungan Antar Lembaga (Hubla) dan Luar Negeri (Hublu) PP DMI pun langsung menyambut baik tawaran itu dan berjanji akan berkunjung ke Beirut, Lebanon.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, dalam pertemuan ini turut hadir Wakil Ketua Umum PP DMI, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.Si., Sekretaris PP DMI, Dr. Ir. H. Ifan Haryanto, M.Sc., Sekretaris PP DMI, Ir. H. Muhammad Suaib Didu, M.M., Sekretaris PP DMI, Dr. H. Munawar Fuad Noeh, M.Sc., dan Bendahara PP DMI, Dra. Hj. Dian Artida.

Hadir pula Sekretaris Departemen Kominfo, Hubla, dan Hublu PP DMI, H. Hery Sucipto, Lc., M.M., dan Anggota Departemen Pengembangan Ekonomi Umat dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Ir. H. Sugiono, S.E.

Turut hadir sejumlah Pimpinan Pusat (PP) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI, yakni Ketua Umum, Muhammad Hanif Alusi, S.Hum., dan Ketua Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga, Asyriqin Syarif Wahadi.

Hadir juga Ketua PP PRIMA DMI Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Khaerul Ardian Syeikh, S.H.I.,  dan Sekretaris Bidang Media Informasi dan Hubungan Masyarakat,Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani