Mukzizat Abadi

 

Untuk membuktikan kebenaran risalah yang dibawa, Para Nabi diberikan mukjizat atau kemampuan diluar kebiasaan oleh Allah swt. Namun mukjizat itu tinggal cerita, ia berakhir setelah para nabi wafat.

Nabi Muhammad Shallallahu A’laihi Wassallam (SAW) sebenarnya diberikan juga mukjizat seperti itu, misalnya gulai kambing sebaskom yang cukup untuk sepuluh orang, ternyata cukup untuk seribu orang pasukan yang menggali parit untuk perang khandak. Begitu juga dengan kemampuannya membelah bulan hingga isra mi’raj dalam waktu yang singkat.

Tapi, ada mukjizat Nabi Muhammad saw yang abadi, ia masih bertahan meskipun beliau sudah wafat, bahkan akan tetap abadi Sampai hari kiamat, itulah Al Quran, mukjizat sepanjang zaman.

Mukjizat Al Quran terasa betul dari bahasanya yang begitu indah dan tidak usang oleh perkembangan, padahal biasanya ada bahasa yang ketinggalan zaman sehingga tidak digunakan lagi. Begitu juga dengan isi dan kandungannya yang terus memberi arahan dan inspirasi untuk umat manusia dari masa ke masa.

Maka, bila kita komitmen kepada Al Quran, kita pun menjadi manusia yang luar biasa, hidup menjadi indah dan nikmat. Kata Sayyid Qutub, Nikmat yang tidak dimengerti kecuali oleh yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia manusia, menjadikannya diberkahi dan menyucikannya.

Penulis: Ustadz Drs. H Ahmad Yani

Penulis Buku 160 Catatan Materi Dakwah dan Saran untuk Pengurus dan Jamaah Masjid.

Ketua Departemen Dakwah, Ukhuwwah, dan Sumber Daya Keummatan Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Bagikan ke :