DMINEWS, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menegaskan lima cita-cita (Pancacita) Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015, saat memberikan pidato penutupan “Asian African Summit (ASS)” pada Kamis (23/4), di Gedung Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Tepatnya, di depan kepala negara, kepala pemerintahan, menteri luar negeri dan perwakilan delegasi dari 91 negara peserta KAA 2015, negara-negara pemantau (oberver) dan organisasi internasional.

“Saya merasakan antusiasme, kehangatan dan persaudaraan kita, antar delegasi dan peninjau KAA. Selama dua hari ini, kita telah bekerja keras dengan sepenuh hati, menyusun langkah nyata,” tutur Presiden Jokowi pada Kamis (23/4) petang.

Pertama, lanjutnya, guna memperkuat dan memajukan tatanan dunia yang lebih damai dan adil. Kedua, mendorong tercapainya kerja sama saling menguntungkan.

“Ketiga, agar dapat menjembatani kesenjangan pembangunan. Keempat, merealisasikan kemerdekaan Palestina,” tegasnya.

Kelima, jelasnya, memastikan tersedianya dana bagi pembangunan infrastruktur, antara lain melalui Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Menurut Presiden Jokowi, dalam Peringatan ke-60 Tahun KAA 2015 (Asian Afrikan Conference Commemoration), tiga kesepakatan penting berhasi dirumuskan, yakni Pesan Bandung, Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika dan Deklarasi mengenai Palestina.

“Konferensi yang telah kita jalani ini merupakan salah satu forum antar-pemerintahan terbesar di dunia di luar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelasnya.

Suara yang disampaikan dalam KAA 2015 ini, paparnya, adalah suara kebangkitan Asia-Afrika. Bahkan kita sepakat untuk menggelorakan kembali itni perjuangan Selatan-Selatan, yakni kesejahteraan, solidaritas dan stabilitas negara-negara Asia-Afrika.

Dalam perhelatan AAS ini, hadir sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan, antara lain Perdana Menteri (PM) Rwanda, Rt. Hon. Anastase Murekezi, PM Nepal, Rt. Hon. Mr. Sushil Koirala dan Raja Yordania, His Majesty Raja Abdullah II bin Al Husein, serta PM Palestina, H.E. Dr. Rami Hamdallah.

Hadir pula PM Singapura, H.E. Lee Hsien Long, Presiden Vietnam, H.E. Mr. Truong Tan Sang, Presiden Dewan Perwakilan Libya, H. E. Mr. Akila Saleh Elisa, Raja Swaziland, His Majesty King Mswati III, PM. Mesir, H.E. Ir. Ibrahim Mehlab, dan PM. Jepang, H.E. Shinzo Abe, serta PM. kerajaan Thailand, H.E. Jenderal Prayut Chan-O-Cha.

Adapun tujuh presiden lainnya yang hadir ialah Presiden Sierra Leone, H.E. Dr. Ernest Bai Koroma, Presiden Iran, H.E. Dr. Hassan Rouhani, Presiden Myanmar, H.E. U Thein Sein, Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak, Presiden Madagaskar, H.E. Hery Rajaonarimampianina dan Presiden Zimbabwe, H.E. Robert Gabriel Mugabe.

AAS 2015 ini mengambil tema “Strengthening South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity (Memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan untuk Mempromosikan Perdamaian dan Kemakmuran Dunia)”.

Dalam event AAS ini, Presiden Republik Indonesia (RI),Ir. H. Joo Widodo (Jokowi), bertindak sebagai pimpinan sidang didampingi oleh Presiden Zimbabwe, H.E. Robert Gabriel Mugabe.

Hadir pula Mantan Presiden RI, Prof. Dr-ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, dan Hj. Megawati Soekarnoputri serta berbagai perwakilan organisasi internasional non-pemerintah seperti Presiden Islamic Development Bank (IDB), Dr. Ahmed Mohammed Ali, dan Asisten Umum untuk Hubungan Ekonomi Organisasi Konferensi Islam (OKI), Duta Besar Hameedd A. Opeloyeru.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Keterangan Foto: Suasana Pidato Penutupan Asian African Summit (AAS) 2015, JCC, Jakarta (23/4).