DMI.OR.ID, TANGERANG SELATAN – Pembangunan Masjid Raya Al I’tizom (Pemersatu) di kompleks kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendapatkan apresiasi positif dari Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel.

Seperti dikutip dari laman http://tangselpos.co.id/, Ketua PD DMI Kota Tangsel, Drs. H. Heli Slamet Soemardi, menyatakan bahwa pembangunan masjid di pusat pemerintahan sangat ideal untuk mengoptimalkan kegiatan keagamaan Islam di Kota Tangsel.

“Kami sangat mengapresiasi upaya ini. Idealnya, Pusat pemerintahan harus dibangun masjid. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel harus mengoptimalkan kegiatan keagamaan sebagai syiar Islam,” tutur Heli Slamet pada Sabtu (14/11).

Masjid Raya Al I’tizom ini, lanjutnya, diharapkan mampu menjadi sarana dalam menjalin kerja sama dengan masjid-masjid yang ada di Kota Tangsel.

“Mudah-mudahan keberadaan masjid ini dapat mengajak berbagai lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam untuk hadir meramaikan masjid,” ungkapnya.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), KH. Saidih, S.Ag., pada Sabtu (14/11).

“Pembangunan Masjid Raya ini selaras dengan motto kota Tangsel, yakni cerdas, modern, dan religius. Namun kalau sudah dibangun, masjid itu jangan dibiarkan kosong tanpa jamaah,” tutur Kiai Saidih yang tinggal di Pamulang, Kota Tangsel ini.

Masjid Raya Kota Tangsel dibangun dengan model minimalis dan bernuansa ramah lingkungan. Pembangunan masjid dianggarkan snilai Rp 1,5 miliar dengan daya tampung mencapai 1.400 jamaah.

Masjid Raya Al I’tizom (Pemersatu) dibangun di samping gedung Pusat Pemkot Tangsel di Jalan Pamulang 2, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, dengan luas bangunan berukuran 80 x 80 meter persegi.

Rencananya, masjid dibangun dua lantai dengan lantai pertama menampung 1.050 orang, sedangkan lantai dua bisa ditempati sekitar 350 jamaah. Adapun peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany, S.H., M.Kn., M.H., pada Kamis (29/10) lalu. 

Menurut Sekretaris Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel, H. Muqoddas Syuhada, Masjid Raya Al I’tizom didesain dengan gaya minimalis dan ramah lingkungan agar sinar matahari lebih banyak masuk ke dalam masjid.

“Masjid ini bernuansa minimalis dan terdiri dari lempengan-lempengan beton yang tertata simetris dan vertikal. Masjid ini menjulang ke atas tanpa batas. Artinya, inilah tempat ibadah yang mulia untuk memanjatkan doa dan bermunajat bagi para hamba-Nya atau istilahnya hablum minallah,” jelas Muqoddas.

Rencananya, lanjut Muqoddas, proses pembangunan masjid berlangsung selama dua tahun sehingga kemungkinan 2016 nanti sudah bisa digunakan. Pada tahun 2015 ini pembangunan berfokus pada pembangunan fisik dan pemasangan interior.

“Masjid ini nantinya akan menjadi pusat komunikasi, koordinasi antar masjid, dan syiar agama, khususnya di Tangerang Selatan. Sehingga urgensi membangun ini bukan hanya masalah perlunya tempat ibadah bagi Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan semata,” papar Muqoddas.

Untuk mempercantik masjid, ujarnya, bangunan akan dilengkapi dengan ukiran kaligrafi di bagian dinding dan atapnya. Nantinya, goresan kaligrafi Islam akan terukir secara horizontal diantara hamparan kisi-kisi lempeng beton.

“Kaligrafi Isam ini bermakna bahwa sesungguhnya keelokan bangunan adalah citra dan cermin ketenangan, kedamaian, dan keterpaduan antar jamaah yang ada di dalamnya. Istilah lainnya yakni hablum minannas,” tambah Muqoddas.

Adapun di tempat pengimaman atau mihrab, ucapnya, bangunan masjid terdiri dari susunan bidang yang berundak-undak. Hal ini mencerminkan kesan keagungan masjid. “Sedangkan gerbang beton masjid yang menjulang sengaja dibangun berjenjang guna menciptakan rongga-rongga diantara bidang satu dan yang lain,” tuturnya.

“Bila dilihat dari segala penjuru, akan tampak dimensi suatu gerbang yang tertuju ke satu titik pusat. Hal ini bertujuan agar masjid memiliki tata artistik interior yang berkharisma, selain berguna untuk sirkulasi udara. Jadi, masjid tetap sejuk dan nyaman,” papar Muqodas.

Selain tempat wudhu, pungkasnya, masjid juga dilengkapi dengan fasilitas kantor sekretariat masjid dan menara menjulang tinggi di samping kiri masjid, lengkap dengan lift-nya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani