DMI.OR.ID, JAKARTA – Pengurus Masjid Ash Sholah di Jalur Gaza, Palestina, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada rakyat Indonesia, khususnya relawan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dalam bentuk plakat penghargaan berbahasa Indonesia.

Tulisan di dalam plakat itu berbunyi sebagai berikut: Penghargaan & Ucapan Terima Kasih, Bism illah irrohman irrohim, Keluarga Besar Masjid Ash-Sholah di Kota Jabaliya Mengucapkan Terima Kasih Kepada Rakyat Indonesia dan Khususnya Yayasan MER-C, Juga Kepada Relawan Indonesia di Gaza Atas Kerja Kerasnya Memperbaiki Masjid Ash-Sholah. Sesungguh Allah Yang Maha Menghendaki. Keluarga Besar Masjid Ash-Sholah.

Seperti dikutip dari laman www.antaranews.com, Ketua Presidium MER-C, dr. Henry Hidyatullah, menyatakan pengurus Masjid Ash-Sholah di Kota JAbaliya, Jalur Gaza, menyampaikan  ucapan terima kasih atas sumbangan rakyat Indonesia untuk renovasi masjid Ash-Sholah.

“Mereka menyampaikan itu atas sumbangan rakyat Indonesia yang membantu renovasi masjid yang hancur itu akibat agresi Israel 51 hari yang lalu,” tutur dr. Henry pada Selasa (19/5).

Sedangkan Manajer Operasional MER-C, Risma Manzanaris, menyatakan MER-C Pusat telah menyalurkan donasi rakyat Indonesia untuk pembelian bahan-bahan material bagi perbaikan masjid Ash-Sholah. Dana renovasi masjid didapat lewat sumbangan yang masuk untuk Amanah Kemanusiaan Gaza.

Masjid Ash-Sholah terletak di wilayah Jabaliya, Gaza Utara, sekitar 4 kilometer dan 2,5 mil utara Kota Gaza, tepatnya di distrik Beit Hanun dan Jabaliya. Kondisi masyarakat Jabaliya yang padat penduduk dan sebagian besar miskin membuat mereka belum dapat memperbaiki dan menggunakan masjid itu secara maksimal karena berbagai kerusakan yang ada.

Pasca mendapat laporan kerusakan, sukarelawan MER-C di Gaza melakukan pengecekan langsung ke lokasi masjid. Mereka juga mengajukan pengiriman material untuk perbaikan masjid ke MER-C pusat di Jakarta. Material itu berupa seng atap seluas 400 m2, karpet seluas 360 m2, semen sebanyak 20 sak, blok/ batako sebanyak 200 buah dan pasir sebanyak satu truk.

Renovasi masjid selesai dalam waktu sepekan, lalu pengurus Masjid Ash-Sholah pun mengundangpara sukarelawan MER-C di Gaza dalam acara syukuran mereka kepada Allah SWT. Saat itu, pengurus masjid mengucapkan rasa terima kasih yang unik dalam bahasa Indonesia, melalui plakat penghargaan.

Imam Masjid Ash-Sholah, Abu Bilal, memberikan sambutan, lalu memberikan plakat penghargaan dan ucapan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah membantu memperbaiki masjid Ash-Sholah. Imam Abu Bilal pun tidak lupa bersyukur dan memohon keridhaan dan pertolongan Allah SWT.

Ketika para sukarelawan mennyakan kenapa harus bersusah payah dengan bahasa Indonesia? salah seorang pengurus menjawab hal ini bertujuann agar pesan mereka bisa langsung dipahami oleh rakyat Indonesia melalui MER-C.

Saat ini, MER-C sedang mempersiapkan peresmian sekaligus serah terima sebuah rumah sakit, yakni Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, yang dibangun sejak enam tahun silam. Pembanguna RSI di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009.

Pengiriman bantuan itu dipimpin oleh dr. Rustam S. Pakaya, M.P.H, yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan, dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri, Aidil Chandra Salim, M.Comm.

Dalam perkembangannya, MER-C juga menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani