DMI.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) sedang dan akan terus mengembangkan media audio visual (televisi) DMI bertajuk DMI Channel. Dalam hal ini, PP DMI bekerjasama dengan PT. Nadira Intermedia Jsantara (Nin Media).

PP DMI dan PT. Nin Media pun menyelenggarakan pertemuan pada Senin (11/1) sore di sekretariat PP DMI, Jakarta, untuk membahas berbagai upaya pengembangan DMI Channel. Beberapa hal yang dibahas, antara alin, adalah massifikasi program-program DMI melalui media DMI Channel.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, perkembangan terkini tentang teknologi TV Satellit, baik yang berbayar maupun tidak, juga dibahas secara khusus dalam pertemuan ini. Termasuk perbedaannya dengan TV Kabel, TV Digital, TV Internet, dan TV Konvensional (antena).

Konsumsi televisi masyarat Indonesia yang durasinya cukup panjang, dalam 24 jam sehari, juga menjadi sorotan menarik dalam pertemuan ini. Hal ini menunjukkan televisi masih menjadi media paling efektif untuk menyebarluaskan informasi di masyarakat. Jadi, konten atau program televisi sangat menentukan pesan apa yang hendak disampaikan kepada publik.

Melalui DMI Channel, PP DMI akan berupaya menyampaikan konten-konten positif dan edukatif yang berfungsi sebagai social engineering (konstruksi sosial) untuk merangkai kembali aktivitas generasi muda Indonesia di masjid.

Dari DMI, pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruquthni, MA., Bendahara PP DMI, Dra. Hj. Dian Artida, dan H. Syaifudin Nawawi, SH., dan anggota Departemen Komunikasi, Informasi (Kominfo), Hubungan Antar Lembaga (Hubla) dan Luar Negeri (Hublu) PP DMI, Muhammad Alfi N. Endarta, S.Ag., MM.

Hadir pula Tim Teknisi Akustik PP DMI, Drs. H. Aziz Muslim, M.Si., Staf sekretariat PP DMI, Slamet, dan Redaktur Website DMI, Muhammad Ibrahim Hamdani, S.I.P.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani