DMI.OR.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, menegaskan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) Kelima OKI sepakat untuk memboikot produk-produk Israel yang dihasilkan di dalam atau oleh pemukiman ilegal Israel.

“Penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel yang dihasilkan di wilayah pendudukan (Palestina),” tutur Presiden Joko Widodo pada Senin (7/3), dalam press statement bersama Presiden Palestina, H.E. Mahmoud Abbas, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) OKI, H.E. Iyad Ameen Madani.

Pernyataan pers bersama ini dilakukan usai penutupan KTT LB Kelima OKI di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Indonesia, pada Senin (7/3).

Pernyataan Presiden Joko Widodo ini menegaskan kembali Draft Deklarasi Jakarta yang telah disepakati oleh para Raja, Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, dan seluruh delegasi negara-negara OKI dalam KTT-LB Kelima OKI di Jakarta pada Senin (7/3).

“Menyerukan komunitas internasional untuk mendukung pemboikotan produk-produk yang dihasilkan di dalam atau oleh pemukiman ilegal Israel,” demikian bunyi poin ke 16 dalam rencana aksi konkrit Draft Deklarasi Jakarta.

Presiden Joko juga menyerukan dunia Islam untuk bersatu dalam memberikan dukungan politik bagi kemerdekaan Palestina, termasuk peninjauan kembali keanggotaan quartet dalam proses perdamaian Palestina.

“Penguatan dukungan politis untuk hidupkan kembali proses perdamaian. Peninjauan kembali Quartet, dengan kemungkinan penambahan anggotanya. Indonesia siap untuk berpartisipasi dan mendukung mekanisme ini,” tegas Presiden Joko Widodo.

Melalui KTT ini, lanjutnya, sejarah akan mencatat bahwa para pemimpin dunia Islam telah mengirimkan pesan kuat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Palestina.

“Untuk itu, terdapat urgensi bagi OKI untuk meningkatkan dukungan terhadap Palestina, melalui sejumlah langkah-langkah konkrit,” tegasnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani