DMI.OR.ID, DEPOK РDirektorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI) berkejasama dengan Program Studi (Prodi) Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI telah menyelenggarakan kegiatan bertajuk: UI Peduli, Aksi Hemat Air Wudhu Di Masjid-Masjid Kota Depok pada Kamis (24/5) siang di Masjid Balai Kota Depok.

Kegiatan ini juga didukung oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indoneia (MUI) Kota Depok serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Balai Kota Depok, serta didukung oleh Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Universitas Podomoro, I Made Indradjaja Marcus Brunner, S.T., M.T., M.U.R.P., Ph.D., sebagai penemu teknologi terapan untuk menghemat volume air dari keran.

Kegiatan ini dilakukan setelah pelaksanaan sholat dzuhur berjamaah dan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Peneliti Pengabdian Masyarakat (Pengmas) UI Peduli, Dr. H. Fauzan MuslimS.S., M.Hum. Ia juga memberikan kata sambutan mewakili UI dalam kegiatan ini.

Kata sambutan juga diberikan oleh Ketua Prodik Teknik Lingkugan Unversitas Podomoro, perwakilan dari Pemerintah Kota Depok, dan Ketua Dewan Pimpinan MUI Kota Depok, KH. Abdullah Syafi’i.

Ketua Tim Peneiti Pengmas UI Peduli, Fauzan Muslim, menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak ummat Islam, khususnya yang bertempat tinggal di Kota Depok, untuk menghemat penggunaan air wudhu dalam praktek ibadah sholat sehari-hari.

Pertama tentang pengamalan syariat Islam mengenai hemat air wudhu dengan tujuan melestarikan lingkungan hidup. Selama ini, ummat Islam menggunakan air wudhu dengan boros. Padahal di dalam syariat Islam, kita tidak boleh boros,” tutur Fauzan pada Rabu (24/4), saat diwawancarai oleh DMI.OR.ID.

Kegiatan sosialisasi ini, lanjutnya, bertujuan untuk memberi kesadaran kepada jama’ah masjid dan ummat Islam untuk berhemat air dalam menggunakan air wudhu. Adapun kegiatan kedua¬†adalah pemasangan alat penghemat air di masjid-masjid.

“Alat penghemat air itu dipasang di keran, dan sudah ada ukuran-ukurannya. Kalau mengunakan air dengan keran biasa, rata-rata menghabiskan tiga sampai empat liter setiap kali berwudhu. Airnya pun banyak yang terbuang. Jadi, alat ini bisa menghemat air sebesar 40 persen setiap kali berwudhu,” paparnya.

Menurutnya, sosialisasi bagi jama’ah masjid dan ummat Islam sangat penting karena penggunaan alat ini dapat menimbulkan reaksi dan protes jama’ah. “Misalnya, keran air dianggap rusak dan timbul protes jama’ah,” ungkapnya.

Kegiatan Pengmas UI Peduli ini, imbuhnya, akan dilaksanakan di kecamatan Pancoran Mas, masjid dan musholla se-Kampus UI, Masjid Al-Hikam, Beji, dan Masjid Al-Muhajirin. “Kegiatan ini akan berlanjut saat bulan Ramadhan tiba, usai sholat Tarawih di Masjid Al-Muhajirin,” ucapnya.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani