DMI.OR.ID, TANJUNGPINANG – Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah mengukuhkan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Dmi Provinsi Kepuauan Riau (Kepri) Periode 2016-2021 pada Ahad (2/4) malam, bertempat di Gedung Daerah, Jalan Hang Tuah, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruqutni, M.A., dan Ketua PP DMI, Drs. H. Muhammad Natsir Zubaidi. Adapun ketua PW DMI Kepri 2016-2021 terpilih ialah Dato’ H. Huzrin Hood S.H., M.H., M.Pd.I., yang juga Pemangku Adat Kesultanan Bintan Darul Masyhur.

Seperti dikutip dari laman https://kepri.kemenag.go.id, kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si., Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Dr. H. Arif Fadillah, S.Sos., M.Si.,  dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri, Drs. H. Marwin Jamal, M.A.

Hadir pula Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Provinsi Kepri, Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd., dan Komandan Resimen (Danrem) TNI 033/ Wira Pratama, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Fachri.

Dalam sambutannya, Sekjen PP DMI, Dr. H. Imam Addaruqutni, menyerukan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai bagian dari tata kelola organisasi DMI yang baik dan benar. “Peran dan fungsi masjid sangat penting bagi masyarakat, itu sebabnya onsolidasi organisasi DMI harus terus dilakukan,” tutur Ustaz Imam pada Ahad (2/4) malam.

DMI, lanjutnya, telah menandatangani berbagai Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak, seperti dalam bidang pendidikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“MoU ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP DMI, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla, yang kini menjabat Wakil Presiden (Wapres) RI,” ucap Ustaz Imam yang juga Wakil Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) ini.

Menurutnya, DMI telah bekerjasama dengan Kemendikbud RI dalam program pengembangan Pendidikan anak Usia DIni (PAUD) di sejumlah daerah di Indonesia. Program ini dilakukan oleh salah satu badan otonom (banom) DMI, yakni Badan Pembina Taman Kanak-Kanak Islam (BPTKI).

“Kita harus mempersiapkan PAUD untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Itu sebabnya generasi mendatang harus  memiliki kecerdasan, keterampilan, dan produktivitas kerja yang tinggi, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Mereka harus menjadi ahli dan profesional di bidangnya masing-masing,” papar Imam.

Sebagai proses yang berkelanjutan, ujarnya, pendidikan tidak semata-mata diarahkan kepada hal yang sifatnya reaktif atau untuk kepentingan jangka pendek.

“Pendidikan harus bersifat pro aktif. artinya, pendidikan harus berorientasi kepada kemampuan peserta didik untuk mengantisipasi permasalahan yang lebih luas,” ucap Ustaz Imam yang juga Wakil Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) itu.

Harapannya, ungkap Imam, peserta didik kelak mampu menawab tantang hidup yang jauh lebih kompleks di masa depan. “Pengurus masjid harus bisa membina masyarakat agar maju, termasuk dalam bidang pendidikan,” imbuhnya.

Ustaz Imam pun mengajak kepada segenap jajaran PW DMI Kepri yng baru saja dilantk untuk bersama-sama meningkatkan peran dan fungsi masjid. Masjid bukan sekedar tempat untuk sholat dan ibadah mahdah seperti dzikir, tadarrus Al-Qur’an, dan bersholawat saja.

“Pengurus masjid hendaknya mengajak masyarakat dan jamaahnya untuk berama-sama mengembangkan perekonmian, memelihara lingkungan hidup, dan menjaga kebershan masjid

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani