Ustaz Umar Nurhidayat, Ketua PD DMI Takalar 2017-2022

DMI.OR.ID, SELAYAR – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) II DMI Kabupaten Takalar pada Selasa (24/1), bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar, Sulsel.

Seperti dikutip dari laman http://www.suaralidik.com, Musda II DMI Takalar ini juga memilih Ustaz H. Umar Nurhidayat, S.E., sebagai Ketua PD DMI Kabupaten Takalar Masa Bakti 2017-2022. Musda dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Sulsel, Drs. H. Ambas Syam, M.S., dan dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Takalar, Dra. Hj. Adliah, M.H.

Dalam sambutannya, Ustaz. Umar Nurhidayat bertekad untuk memperbaiki sumber daya manusia pengurus masjid sehingga kualitasnya semakin membaik.

“Bukan hanya fisik masjid yang dibangun, tetapi juga sumber daya manusianya (pengurus masjid) harus berfungsi dengan baik. Hal ini penting agar program-program DMI yang akan kita kerjakan ke depan dapat dilaksanakan secara berjenjang dan berkala,” tutur Ustaz Umar pada Selasa (24/1).

DMI Kabupaten Takalar, lanjutnya, juga akan melanjutkan kegiatan-kegiatan rutin DMI yang telah dilakukan pengurus sebelumnya, termasuk kegiatan road show (kunjungan silaturrahim) ke masjid-masjid di Kabupaten Takalar.

H. Umar Nurhidayat melanjutkan kepemimpinan DMI Kabupaten Takalar yang sebelumnya dipimpin H. Hasid Hasan Palogai, S.H., M.A. Saat ini, H. Hasid Hasan Palogai mendapat amanat sebagai Sekretaris PW DMI Provinsi Sulsel Masa Bakti 2017-2022.

Dalam sambutannya, H. Ambas Syam berharap agar DMI Kabupaten Takalar dapat mengakomodir kalangan pengusaha Muslim yang mencintai masjid untuk menjadi pengurus DMI.

“Harapan saya,kepengurusan DMI Kabupaten Takalar ini dapat mengakomodir kalangan pengusaha yang yang cinta masjid untuk menjadi pengurus,” papar H. Ambas Syam pada Selasa (24/1), seperti dikutip dari laman https://sulsel.kemenag.go.id/.

DMI, lanjutnya, tidak berafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun, juga tidak berafiliasi dengan partai politik apa pun yang ada di Indonesia.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani

Bagikan ke :