DMI.OR.ID, PALOPO – Wali Kota Palopo, Drs.H. Muhammad Judas Amir, membuka dan memberikan kata sambutan dalam kegiatan Workshop Manajemen Masjid bertema Makmurkan Masjid, Bangun Istana di Syurga pada Selasa (15/9), bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palopo, Jalan Andi Tadda, Kelurahan Ponjalae.

Seperti dikutip dari laman www.media-duta.com, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan dan pemanfaatan masjid secara optimal berdasarkan fungsi dan kedudukan masjid di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini diselenggatakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo serta dihadiri para pengurus masjid se-Kota Palopo.

“Saya ingatkan kepada para pengurus masjid untuk mengedepankan kebersihan masjid. Masyarakat akan merasa nyaman dan mau ke masjid jika kebersihan masjid sering dijaga,” tutur Judas Amir pad Selasa (15/9).

Judas Amir pun berharap para pengurus masjid dapat menerapkan manajemen yang terbaik agar masjid dapat makmur dan difungsikan dengan baik untuk kepentingan umat.

Sejumlah pemateri turut hadir dalam Workshop ini, antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, Ir. H. Muhammad Kasim Alwi, Perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palopo, Drs. H. Ahmad Patola, dan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kota Palopo, Harisman, SP.

Acara workshop ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Pelatihan Tata Cara Penyembelian Hewan Qurban dengan menghadirkan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kota Palopo, drh. Burhanuddin. Ia memberikan materi seputar hewan ternak yang sehat dan layak untuk di qurbankan.

Sedangkan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Mental Spritual Bagian Kesra Kota Palopo, Lukman Mallo, S.Fil, menyatakan tata cara penyembelian hewan qurban ini sangat penting guna memberikan pemahaman yang utuh bagi pengurus masjid atau pun tenaga penyembelih dalam melaksanakan tugasnya.

“Jadi, hewan yang disembelih dapat memenuhi standar kelayakan, baik itu dari segi kesehatan maupun dalam tata cara penyembelian,” ungkap Lukman.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani