DMI.OR.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI, DR. H. Muhammad Jusuf Kalla, menegaskan pondok pesantren (ponpes) bukanlah tempat memupuk radikalisme. Hal ini berdasarkan pengalamannya selama tinggal dan mengenyam pendidikan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Pesantren bukanlah tempat memupuk radikalisme. Saya tahu betul waktu di Makassar tidak ada seperti itu (pesantren yang mengajarkan radikalisme),” tegas Wapres Kalla di kantornya, Rabu (3/2), seperti dilansir dari laman http://nasional.kompas.com/

Wapres Kalla juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk turun langsung meluruskan ajaran-ajaran yang terindikasi sarat kegiatan radikal.

“Kalau memang ada terbukti Ponpes radikal, Ponpes itu harus didatangi oleh, katakanlah MUI atau Menag. Berikan (ajaran) yang sejuk,” papar Wapres Kalla yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia itu.

Menurutnya, semua pihak harus mencermati secara mendalam terkait pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang melansir fenomena radikal di 19 pesantren.

“Itu kita harus lihat radikalisasi bagaimana, (dan seperti) apa. Itu mungkin yang dimaksud pengajaran nya seperti apa. Saya tahu betul waktu di Makassar tidak ada seperti itu (pesantren yang mengajarkan radikalisme),” ungkap Wapres Kalla.

Penulis: Muhammad Ibrahim Hamdani